Senin, 14 September 2015

SANG MAHA GURU DAN BAGONG.

Sang maha guru yang memiliki intisaf keilmuan, kearifan, jiwa pendidik, keikhlasan, tanggung jawab, kesabaran, ketangkasan, kesatria, keluhuran, dan sosok yang memanusiakan manusia, dialah Ki Semar.
Mari mencontoh beliau, kita ambil segi positif dari sosok bagong yang menjadi bayangan semar (sifat bayangan menyerupai bentuk aslinya). Jika Bagong saja bisa memanifestasi bayangan Ki Semar kenapa kita tidak? Dari sini kita belajar untuk menjadi bayangan orang-orang yang mempunyai sifat dan suri tauladan layaknya Ki Semar.  Pasti ada seseorang yang mendekati angka presentase 70-80% bahkan mencapai presentase 90% memiliki sifat seperti sang maha guru.
Memanifestasikan bayangan Ki Semar atau orang-orang yang memiliki sifat seperti Ki Semar tidak lain agar kita menjadi sosok manusia yang berjiwa nasionalisme dan sosialistis seperti Semar. Penulis sendiri mempunyai guru, penulis tidak mungkin bisa berdiri sendiri tanpa dukungan sosok guru.

  • Komtemplasi:

Baik dan buruk bukanlah takdir, tapi sebuah pilihan. Hidup adalah pilihan, memilih jalur baik untuk menjadi baik atau jalur buruk untuk menjadi buruk. Semua itu kembali pada pribadi masing-masing. Belajar dari sang maha guru untuk menjadi guru bagi keturunan kita kelak.
Setetes ilmu yang di dapat semoga bisa di aplikasikan pada kehidupan, supaya mempunyai dedikasi dan motivasi untuk mengembangkan hidup agar lebih baik, terarah, dan mumpuni.
Semoga tulisan yang singkat ini bisa menjadi ibrah dan bermanfaat.
Terima kasih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar