Menetes, menetes, dan menetes air mata ketika terlintas seorang teman yang sekarang sedang terbaring di rumah sakit berjuang melawan penyakitnya. Berharap kembali sembuh dari derita yang dia pikul.
Secepat ini waktu berlalu, Saat periodisasi masa kecil dan masih dalam keadaan labil sering bersama menghabiskan waktu untuk bermain, canda-tawa, dan melakukan hal-hal konyol yang mempersatukan. Ya, saya amat rindu masa lalu itu.
Saya menulis ini karena memang dorongan hati saya, termenung tentang sosoknya yang terkenal dengan plengehannya (senyuman simpul yang kocak). Dan karena saya tidak mampu berbuat banyak dan hanya doa yang repetitif yang bisa saya lakukan. Tidak peduli orang lain berkata apa tentang tulisan saya ini, jelasnya inilah suasana hati saya kepada teman saya satu ini.
Karena saya mengapresiasi prinsipnya yang begitu tegak dan sekokoh benteng.
Mumpuni, cekatan, aspirasi yang tinggi, berfikir kritis dan tajam.
Saya bersyukur dan bangga dengan apa yang sudah di raihnya sekarang mulai dari lingkungan baru, teman baru, sahabat baru, geng baru, pemikiran baru, hal-hal baru, foto-foto baru. Walaupun sudah sedemikian tidak ada rasa angkuh dan sombong yang melekat pada kepribadiannya bila bertemu teman semasa kecilnya (jika bertemu teman-teman masa kecilmu ini ingin memelukmu). Luar biasa, pantas di tiru dan di implementasikan.
Saya mewakili dari semua teman kecilmu turut prihatin atas penyakitmu teman dan hanya bisa mengirim doa yang kami bungkus dengan keikhlasan lisan dan batin agar kamu di berikan keringanan dan kesembuhan, sehat seperti semula itulah harapan teman-temanmu.
Tulisan singkat ini adalah gambaran kasih sayang teman-temanmu dan motivasi untukmu teman. :)
"Berusaha dan bersemangatlah karena esok adalah hari keberuntunganmu, Tuhan memberikan kita ujian agar lebih kuat menghadapi hari depan yang penuh dengan cobaan, dan Dia tidak akan memberikan ujian yang melebihi kemampuan hambaNya. Di setiap musibah yang datang, pasti ada hikmah yang dapat kita petik darinya.
Berjuanglah untuk sembuh temanku". (Amin)
Saya dan teman-teman kecilmu rindu akan sosok dan kekocakanmu di lingkungan kampung.
Bravo teman.
Sumber: Tri Cahyono








